Kisah 7 Keajaiban Dunia

March 27th, 2008 by ranoqpunk

Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai
"Tujuh Keajaiban Dunia."
Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk
membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan
"Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa
ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi:

1) Piramida Besar di Mesir
2) Taj Mahal
3) Grand Canyon
4) Mecca
5) Empire State Building
6) St. Peter’s Basilica
7) Tembok China

Ketika mengumpulkan daftar pilihan,
sang guru memperhatikan seorang pelajar,
seorang gadis yang pendiam,
yang belum mengumpulkan kertas kerjanya.
Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia
mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab,
"Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."
Sang guru berkata,
"Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki,
dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca,
"Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah:

1) Bisa menyentuh
2) Bisa mencicip
3) Bisa melihat
4) Bisa mendengar

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan…

5) Bisa merasakan
6) Bisa tertawa
7) Dan bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika.
Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada
eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban"
sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan
lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa".
Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal
yang betul-betul ajaib dalam kehidupan Anda.

Bukan Beban Berat yang Membuat Kita Stress

March 27th, 2008 by ranoqpunk

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya," kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi." Kita harus meninggalkan beban kita secara periodic, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban tersebut."

"Bukan beban berat yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut." Stephen Covey.

Ayo Maju !!!

March 27th, 2008 by ranoqpunk

Beberapa tahun yang lalu, Bob
Moore diundang untuk mendengarkan seorang wanita berkedudukan penting
yang memberikan ceramah kepada para mahasiswa disebuah kolese kecil di
Calofornia Selatan. Bangsal dipenuhi mahasiswa yang penuh semangat
karena mendapat kesempatan mendengarkan seseorang yang sangat terkenal
dibidangnya. Setelah sang Gubernur menyampaikan kata sambutannya, si
pembicara maju mendekati mikrofon, memandang khalayak pendengarnya dari
kiri, ke kanan, dan mulai:

"Saya dilahirkan oleh seorang ibu
yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat bicara, alias Bisu dan Tuli.
Saya tidak tahu siapa Ayah saya, apakah dia masih hidup atau sudah
meninggal. Pekerjaan pertama yang saya geluti adalah di Pertanian
Kapas" Para pendengar tertegun.

"Tidak ada sesuatu pun yang akan tetap sama jika kita tidak menghendaki begitu," dia melanjutkan.

"Bukan nasib, bukan keadaan, dan juga bukan kita dilahirkan demikian yang menyebabkan masa depan kita menjadi demikian."

Dan dengan suara perlahan, dia mengulangi,

"Tidak ada sesuatupun yang akan tetap sama jika kita tidak menghendakinya begitu."

"Yang harus dilakukan orang adalah," dia menambahkan dengan suara tegas,

"Mengubah keadaan yang
mendatangkan ketidakbahagiaan atau ketidakpuasan dengan menjawab
pertanyaan: "Saya ingin keadaan ini menjadi seperti apa?, Lalu kita
harus bekerja sendiri dengan tekad baja untuk mewujudkannya."

Kemudian, sebuah senyuman cantik
mengembang ketika dia berkata, "Nama saya Azie Taylor Morton. Saya
sekarang berdiri disini sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat."

by NoName

Pengabdian seorang anak

March 27th, 2008 by ranoqpunk

Beberapa hari yang lalu aku menerima telepon dari salah seorang
temankuliahku yang sudah lama sekali tidak pernah terdengar kabarnya.
Pembicaraan yang semula mengenai kegembiraan masa lalu dan acara wisuda
yang baru saja ia lalui berubah menjadi pembicaraan yang sangat
menyentuh hati ketika ia bercerita mengenai ayahnya.

Kesehatan ayahnya yang memburuk akhir-akhir ini membuat ia harus
menjalani rawat inap di rumah sakit. Karena penyakit yang dideritanya,
ayahnya menjadi susah tidur dan sering berceloteh sendiri. Temanku yang
sudah beberapa hari terakhir tidak pernah tidur karena menjaga ayahnya
menjadi jengkel dan berkata dengan ketus pada ayahnya supaya ayahnya
diam dan tidur dengan tenang. Ayahnya menjawab bahwa ia juga sebenarnya
ingin beristirahat karena ia sudah lelah sekali, dan jika temanku itu
keberatan menemani dirinya, biarlah ia sendiri menjalani perawatan di
rumah sakit.

Setelah berkata demikian, ayahnya menjadi tidak sadarkan diri dan harus
menjalani perawatan di ICU (intensive care unit). Temanku begitu
menyesal atas kata-kata yang tidak selayaknya keluar dari mulut seorang
anak kepada ayahnya sendiri.

Temanku yang aku kenal sebagai orang yang tegar, menangis tersedu-sedu
di ujung pesawat teleponku. Ia berkata bahwa mulai saat itu, setiap
hari ia berdoa agar ayahnya sadar kembali. Apapun yang ayahnya akan
katakan dan perbuat pada dirinya akan diterima dengan senang hati. Ia
hanya berharap pada Tuhan agar diberi kesempatan untuk memperbaiki
kesalahannya yang lalu, yang mungkin akan disesali seumur hidupnya…….

Sering kali kita mengeluh ketika menemani atau menjaga orang tua kita
hanya dalam hitungan tahun, bulan, hari, jam, bahkan dalam hitungan
menit. Tapi pernahkah kita pikirkan bahwa orang tua kita menemani dan
menjaga kita seumur hidup kita dan seumur hidup mereka. Sejak lahir
hingga dewasa, bahkan hingga tiba saatnya ajal menjemput, mereka selalu
menyertai kita. Ketika pada akhirnya mereka menghadap Sang Kuasa pun,
seluruh kenangan yang mereka tinggalkan selalu menyertai selama hidup
kita.

Bayangkan betapa hancur hati kedua orang tua kita oleh (hanya) sepatah
kata yang singkat, “tidak”, yang keluar dari mulut kita ketika mereka
berusaha merengkuh kita dalam pelukan kasih sayang sejati, yang justru
sering kita lihat sebagai sesuatu yang mengekang dan menahan kita untuk
terbang bebas di angkasa.Entah kata apa lagi yang paling tepat untuk
menggantikan kata “tangis” bila tiada lagi air mata yang keluar dari
kedua mata mereka, karena telah habis digunakan untuk menyirami
hari-hari dalam kehidupan kita agar terus tumbuh dan menghasilkan bunga
dan buah yang menyemarakan hari-hari kelam dalam roda kehidupan yang
terus berputar.

Kita dapat mulai berjanji pada diri masing-masing bahwa sejak saat ini
tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketika menemani dan
menjaga kedua orang tua kita.
Tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketika merasa meraka terlalu memperlakukan kita seperti anak kecil.
Percayalah, di luar sana banyak orang yang tidak seberuntung kita yang
mempunyai orang tua, yang merindukan hal-hal yang kita keluhkan, tetapi
tidak pernah mereka dapatkan.
Sebenarnya, hanya sedetik waktu yang dibutuhkan untuk merenung dan
menyalakan lentera yang akan membimbing kita ke tempat di mana
kedamaian terpendam.
Sekarang tinggal tergantung dari diri kita sendiri, maukah kita
meluangkan waktu yang sangat singkat itu namun besar artinya untuk
sepanjang perjalanan hidup kita.

by NoName

Pelajaran berharga

March 27th, 2008 by ranoqpunk

Pelajaran 1
Ketika kuliah saya di sekolah perawat memasuki tahun kedua, profesor
kami memberikan kuis. Saya harus berkonsentrasi keras dan menahan nafas
selama mengerjakan kuiz tersebut, sampai saya membaca pertanyaan
terakhir: "Siapakah nama dari wanita yang membersihkan sekolah?" Saya
langsung merasa bahwa itu adalah pertanyaan yang lucu. Saya telah
melihat wanita pembersih itu beberapa kali, dia tinggi, berambut hitam
dan berumur kurang lebih 50, tetapi bagaimana saya tahu namanya?
Saya menyerahkan kertas jawaban saya kepada profesor dan membiarkan pertanyaan terkhir kosong.
Sebelum kelas berakhir, seorang teman saya bertanya apakah pertanyaan
terakhir itu akan dinilai. "Tentu saja", jawab si profesor. "Di karir
anda, anda akan bertemu banyak orang. Mereka semua penting. Mereka
pantas mendapatkan perhatian dan kasih sayang, walau yang kau lakukan
hanyalah tersenyum dan mengucapkan "hallo".
Saya tidak pernah melupakan pelajaran itu. Saya akhirnya tahu bahwa nama wanita pembersih itu adalah Dorothy.

Pelajaran 2
Suatu malam, pada pukul 23.30, seorang wanita setengah baya keturunan
Afrika Amerika, berdiri di pinggir jalan tol Alabama, berusaha untuk
sabar menghadapi kilatan petir dan hujan. Mobil dia rusak berat dan ia
sangat membutuhkan tumpangan. Dengan tubuh yang basah kuyub, dia
memutuskan untuk menghentikan mobil yang lewat. Seorang laki-laki kulit
putih menghentikan langkahnya untuk menolong wanita malang itu.
Pada tahun 1960, kejadian tersebut amatlah ganjil karena adanya konflik
ras. Laki-laki itu membawa wanita itu ke tempat yang aman, membantu
wanita itu untuk mendapatkan taksi. Wanita itu terlihat sangat
terburu-buru tapi dia menyempatkan diri untuk menulis alamat pria itu
dan berterima kasih pada laki-laki itu.
Tujuh hari berlalu dan sesorang mengetuk pintu pria itu. Sebuah
televisi besar telah diantarkan ke rumah laki-laki itu sebagai suatu
kejutan. Catatan khusus telah di lekatkan di televisi tersebut.
Tertulis:

"Terima kasih banyak atas bantuan anda pada waktu saya berada di jalan
tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi pakaian saya, tapi juga
semangat saya. Lalu anda datang. Karena anda, saya bisa sampai ke
tempat suami saya yang sekarat sesaat sebelum suami saya meninggal
dunia. Tuhan memberkati Anda karena telah menolong saya dan mau
menolong orang lain."

Hormat saya,
Nyonya Nat. King Cole

Pelajaran 3
Pada suatu hari ketika Es krim Sundae harganya lebih murah, seorang
anak laki-laki berumur 10 tahun memasuki coffe shop hotel dan duduk di
meja. Seorang pelayan meletakkan segelas air di depan dia.
"Berapa harganya es krim Sundae" anak laki-laki itu bertanya.
"Harganya lima puluh sen" jawab pelayan itu.
Anak laki2 itu mengeluarkan tangan dia dari jaket dan melihat uang koin yang dimilikinya.
"Hm.., berapa harga dari semangkuk es krim polos?" tanya dia.
Sementara itu orang-orang telah mengantri untuk memperoleh meja dan pelayan menjadi tidak sabar.
"Tiga puluh lima sen" jawab pelayan itu dengan kasar.
Anak laki-laki itu menghitung kembali uang koinnya,"Saya mau es krim polos saja" jawab dia lagi.
Pelayan itu membawakan dia es krim, meletakkan tagihan di meja dan meninggalkan anak laki-laki itu.
Anak laki-laki itu segera menghabiskan es krimnya dan kemudian membayar ke kasir lalu pergi.

Sewaktu pelayan itu kembali lagi ke meja tempat anak laki-laki itu, dia merasa tersentuh karena di sana dia menemukan dua buah uang dua puluh sen
tertata apik di dekat mangkuk es krim yang kosong.

anak kecil itu tidak bisa membeli es krim sundae dan lebih memilih es
krim polos, karena dia harus mempunyai uang yang cukup untuk memberikan
pelayan itu tips.

diambil dari artikel2x lama.

Masalah di Penginapan

March 27th, 2008 by ranoqpunk

Aku mengajar kelas 2 di London, Ontario, Canada dan diminta untuk
memproduksi sebuah pertunjukan Natal. Beberapa orang berpikir apa yang
terjadi bisa menjadi rusak, ketika orang-orang melihat cerita Natal
yang mereka pernah lihat. Andalah hakimnya.

Setelah banyak berpikir dan mempertimbangkan, aku mendapatkan
variasi-variasi untuk cerita Natal itu. Sebuah masalah adalah Ralph.
Dia adalah seorang anak laki-laki berbadan besar untuk anak usia 9
tahun dan seharusnya sudah di kelas 4. Disamping besar, dia canggung,
lamban bergerak dan lamban berpikir. Dia disenangi oleh semua anak,
terutama mereka yang lebih muda — dia bertingkah seperti pelindung.

Ralph ingin menjadi gembala dengan sebuah seruling. Aku mengatakan
kepadanya bahwa aku mempunyai peran yang lebih penting baginya. Sebagai
pengurus rumah penginapan, aku beralasan, dia tidak perlu menghafal
terlalu banyak. Ukurannya yang besar akan membuat adegan penolakannya
terhadap Yusuf menjadi lebih impresif.

Kami berlatih dan berlatih, setiap anak merasakan pentingnya
keberhasilan malam nanti. Auditorium dipenuhi dengan keluarga dan
teman-teman untuk menyaksikan pertunjukan tahunan yang luar biasa.

Namun tak seorangpun baik penonton maupun pemain yang lebih menarik perhatian malam itu daripada Ralph.

Pertunjukan berlangsung tanpa kesalahan berarti sampai saat Yusuf
muncul, berjalan perlahan, dengan lembut menolong Maria menuju sebuah
penginapan. Dia mengetuk dengan keras pintu kayu penginapan.

Ralph sudah siap dan sedang menunggu.
"Apa yang kau inginkan?" dia bertanya, mendorong pintu hingga terbuka.
"Kami mencari sebuah kamar yang dapat disewa."
"Carilah mereka dimana saja," Ralph menatap lurus ke depan, tetapi dia berkata-kata dengan keyakinan. "Penginapan penuh."
"Tuan yang baik, kami sudah menanyakan ke mana-mana tetapi sia-sia.
Kami sudah menempuh perjalanan yang jauh dan kami sangat kelelahan."
"Tidak ada kamar untukmu."
"Tolonglah, ini istriku Maria. Dia sedang hamil dan harus menemukan
tempat untuk beristirahat malam ini. Tentu kau mempunyai beberapa
tempat yang kecil untuknya. Dia begitu lelah."
Ralph memandang Maria. Ada jeda yang panjang. Penonton menjadi tegang.

"Tidak, pergilah!" aku memberitahukan.
Ralph hanya berdiri di sana.
Tiga kali aku memberitahukan dari balik panggung, setiap kali lebih
keras dari sebelumnya. Malaikat-malaikat yang dibelakang panggung
bersamaku juga mulai resah.
Akhirnya, Ralph secara otomatis mengulang perkataan yang sudah dipelajarinya selama berminggu-minggu latihan :
"Tidak, pergilah!"

Yusuf dengan sedih menggandeng Maria dan siap untuk pergi.
Pemilik penginapan tidak segera masuk ke penginapannya seperti yang
telah diarahkan. Dia berdiri disana memandangi pasangan yang sedih itu,
memandang dengan bingung, dengan mulut yang terbuka, dahinya mengkerut
karena prihatin, matanya dipenuhi oleh air mata.
Tiba-tiba, sandiwara natal berubah total.

"Jangan pergi Yusuf. Tolong jangan pergi." Ralph memanggil.
"Bawa Maria kesini."
Wajahnya cerah kembali karena sebuah senyuman yang lebar. Dia membuka lebar tangannya.

"Kau boleh memiliki kamarku."
Dan akupun menangis. Kemuliaan Allah menyinari mereka, dan dalam waktu
singkat, paduan suara malaikat menyanyikan lagu-lagu Natal

by Dina Donohue 

Petunjuk Instalan cinta kasih

March 27th, 2008 by ranoqpunk

Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?

Pelanggan (P): Baik, setelah saya
pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu
saya menyelesaikan prosesnya?

CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?

P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?

CS: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?

P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?

CS: Program apa saja yang sedang aktif?

P: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.

CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH
akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut
akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan
tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul
yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan
DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak
terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?

P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?

CS: Dengan senang hati. Gunakan
Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering
mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.

P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?

CS: Ya, anda akan menerima pesan
bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah
anda melihat pesan tersebut?

P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?

CS: Ya, tapi ingat bahwa anda
hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI
yang lain agar untuk mengupgradenya.

P: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?

CS: Apa pesannya?

P: ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". apa artinya?

CS: Jangan kuatir, itu masalah
biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal
tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu
kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda
harus men-"CINTA-KASIH"-i mesin anda sendiri sebelum
men-"CINTA-KASIH"-i orang lain.

P: Lalu apa yang harus saya lakukan?

CS: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut "PASRAH"?

P: Ya, sudah.

CS: Bagus. Pilih file-file berikut
dan salin ke direktori "MYHEART" MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan
MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan
mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu
mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah
tidak muncul kembali.

P: Sudah. Hei! HATI saya terisi
file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa
DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?

CS: Kadang-kadang. Orang lain
mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH telah
terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu
lagi hal yang penting.

P: Apa?

CS: CINTA-KASIH adalah freeware.
Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka
akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya
kembali.

created by NoName